Sukses menyusui

Kapankah Saat untuk Menyusui Si Kecil? – Tanda Lapar pada Bayi

Banyak ibu yang bertanya, kapankah saat yang tepat untuk menyusui si Kecil? Apakah membuat jadwal tertentu setiap 2 jam atau 3 jam sekali? Atau menunggu bayi menangis? Perlukah membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusu, atau menunggunya sampai bangun? Secara umum, prinsip menyusui adalah on demand, yaitu sesuai permintaan bayi. Pada hari-hari tertentu mungkin si Kecil meminta menyusu setiap sekitar 2-3 jam sekali, namun pada hari-hari lainnya mungkin setiap 1-2 jam sekali. Hal ini adalah wajar, karena bayi adalah makhluk hidup yang dinamis, dengan kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda, dipengaruhi pula oleh kondisi kesehatan dan lingkungan sekitarnya saat itu. Pada cuaca yang panas mungkin bayi meminta menyusu lebih sering dibandingkan saat suhu dingin, demikian pula saat setelah sakit bayi dapat meminta menyusu lebih sering untuk perbaikan kondisi tubuhnya.

Berdasarkan prinsip on demand tersebut, maka pentinglah seorang ibu mengetahui tanda lapar pada bayi, dan susuilah bayi sebelum bayi menangis keras. Menangis keras merupakan tanda lapar terakhir jika tanda-tanda lainnya telah berlalu dan ibu belum juga menyusuinya. Pada kondisi menangis, ibu akan lebih sulit untuk memposisikan bayi menyusu karena saat menangis bayi cenderung meronta-ronta, dan saat menangis lidah bayi akan terangkat ke langit-langit mulutnya sehingga lebih sulit untuk mencapai perlekatan mulut bayi yang benar di payudara.

Tanda lapar pada bayi :

  • Tanda dini. Pada awal rasa lapar, bayi yang sebelumnya terlihat tenang, mulai terlihat gelisah dan menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Mulutnya terbuka seolah mencari sesuatu, dan jika kita sentuhkan atau dekatkan jari ke pipinya, bayi akan cepat mengejar dengan gerakan mulutnya. Inilah saat yang paling tepat untuk menyusui bayi.
  • Tanda pertengahan. Jika setelah menunjukkan tanda dini tersebut bayi belum mendapatkan yang dicarinya, bayi mulai terlihat lebih gelisah, meregangkan tubuhnya, dan memasukkan tangannya ke dalam mulut.
  • Tanda akhir. Setelah semua upaya di atas, bayi akhirnya akan menangis, tubuh bayi terlihat meronta-ronta, dan tangisannya dapat keras sampai wajahnya terlihat kemerahan. Menyusui pada tahap ini dapat terasa sulit, dan sebaiknya ibu mencoba menenangkan bayi terlebih dulu sebelum menyusui.

Happy Breastfeeding🙂

Courtesy of Women’s and Newborn Services Royal Brisbane and Women’s Hospital

Courtesy of Women’s and Newborn Services Royal Brisbane and Women’s Hospital

About Stella Tinia,dr.,M.Kes,IBCLC

An IBCLC lactation consultant with high passion to educate and help mothers and babies enjoy the wonderful experience and millions benefits of breastfeeding.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: