Common Problems in Breastfeeding

Berbagai masalah payudara pada ibu menyusui

Perjalanan menyusui mungkin saja tidak selalu mulus, dan menjumpai berbagai tantangan,tetapi sebagai bunda yang cerdas, kita dapat belajar dan mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya, sehingga jika pun bertemu masalah, dapat segera mengatasinya.

Masalah pada payudara yang paling sering dijumpai di praktik klinik adalah masalah pada puting (puting lecet) dan masalah pada payudara (payudara penuh,bengkak,sumbatan saluran asi,mastitis,dan abses).
Kali ini kita akan membahas mengenai masalah pada payudara,dan apa yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi serta mencegah perburukan gejala.

Sesuai urutan munculnya gejala,biasanya masalah pada payudara berawal dari adanya keluhan rasa penuh (tapi asi masih bisa mengalir),berlanjut menjadi bengkak (asi sulit mengalir lancar),sumbatan saluran asi,mastitis (ada gejala peradangan), dan jika belum teratasi juga sampai pada tahap ini,dapat terbentuk abses (kumpulan nanah) pada payudara. Terpenting bagi para Bunda adalah memahami gejala pada setiap masalah ini,dan segera mencoba mengatasi,serta menghubungi ahlinya untuk penanganan lebih lanjut. Sering sekali ditemukan pasien datang telah dalam kondisi abses payudara,akibat kurangnya pemahaman sehingga saat gejala masih ringan,penyakit tidak segera diatasi bahkan dianggap hal yang biasa.

1. Payudara penuh.
Payudara penuh biasanya dirasakan di kedua payudara,disertai rasa berat,payudara teraba keras,namun ibu tidak mengalami demam dan ASI masih bisa mengalir.
Hal ini dapat terjadi akibat perlekatan menyusui yang kurang tepat,frekuensi menyusui/memerah ASI yang kurang sering,atau memang ibu memproduksi ASI secara berlebih.

Tindakan ibu:
-Memastikan posisi dan perlekatan menyusui sudah benar
-Mengompres payudara dengan kompres hangat sebelum menyusui/memerah
-Menyusui dan memerah ASI sesering mungkin,upayakan pengosongan tercapai dalam waktu kurang dari 1-2 hari,sebelum berkembang ke keluhan yang lebih berat.
-Lakukan pijat punggung untuk melancarkan oksitosin.
-Setelah menyusui,dapat berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit.

2. Payudara bengkak.
Payudara penuh yang tidak segera terkosongkan dapat berkembang menjadi payudara bengkak. Pada kondisi ini kedua payudara terasa sakit,kulit payudara sangat teregang dan keras,mulai timbul kemerahan pada kulit payudara,ibu dapat merasakan demam,dan ASI tak lagi dapat mengalir dengan baik,sehingga hasil perah minimal,dan bayi menjadi rewel saat menyusu langsung,bahkan dapat menolak menyusu sama sekali.

Tindakan:
-Mengompres payudara dengan kompres hangat sebelum menyusui/memerah
-Menyusui dan memerah ASI sesering mungkin,bila ASI sangat sulit keluar,lakukan pijatan RPS (Reverse Pressure Softening) yaitu dengan menekan daerah sekeliling areola ke dalam dengan jari dan menahannya beberapa saat. Pijatan ini membantu mendorong ASI yg membendung ke arah belakang,sehingga saluran tidak terjepit oleh bendungan ASI dan ASI bisa mengalir lebih lancar.
-Memerah ASI pada kondisi bengkak lebih baik dilakukan dengan tangan dibandingkan pompa ASI,karena hisapan pompa akan menarik pula cairan jaringan di sekitar saluran ASI.Akibatnya saluran ASI yang sudah terbendung akan menjadi semakin bengkak dan ASI lebih sulit mengalir.
-Pada kondisi bengkak sekali,payudara menjadi sangat teregang dan keras sehingga bayi sulit melekat,karenanya upayakan mengeluarkan ASI dengan tangan terlebih dulu.Setelah payudara agak lunak,berikan kepada bayi untuk disusui langsung,karena hisapan bayi akan sangat efektif mengeluarkan ASI. Pastikan posisi dan perlekatan menyusui sudah benar.
-Lakukan pijat punggung untuk melancarkan oksitosin.
-Setelah menyusui atau memerah,dapat berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit.

3. Sumbatan saluran asi (blocked duct)
Sumbatan saluran asi dapat disebabkan dari tumpukan ASI di payudara yang tidak segera dikosongkan,tekanan tangan,baju ketat,bra kawat,posisi tidur selalu miring ke satu sisi sehingga tertindih oleh badan,namun kadang pula tak diketahui penyebabnya.

Gejala yang dirasakan ibu adalah:
-Adanya benjolan di satu daerah payudara yang terasa nyeri,dapat/tidak disertai adanya rasa panas dan kemerahan.
-Sumbatan ASI berwarna putih kecil pada puting susu (milk plug)

Tindakan yang dapat dilakukan:
-Menghilangkan penyebab jika diketahui
-Mengompres payudara dengan kompres hangat,dilanjutkan masase payudara
-Menyusui dan memerah ASI sesering mungkin
-Menyusui dimulai dari payudara yang tersumbat,dengan dagu bayi diposisikan di atas sumbatan ASI
-Menyusui dengan berbagai posisi agar seluruh saluran payudara terkosongkan dengan optimal.
-Bila timbul demam atau rasa panas dan kemerahan di atas kulit payudara,segera berkonsultasi ke klinik laktasi.

4. Mastitis.
Keluhan yang dirasakan ibu pada mastitis adalah demam,badan terasa lesu,lemas,pegal,sakit kepala,dan ada daerah di payudara yang kemerahan,panas dan nyeri,seringkali hanya mengenai 1 payudara.
Hal ini dapat terjadi akibat perkembangan dari 3kondisi di atas,adanya kondisi stres,kelelahan,atau puting lecet pada ibu. Beda dengan payudara penuh dan bengkak,walaupun ASI telah dikeluarkan,keluhan tak berkurang.

Tindakan:
-Mengompres payudara dengan kompres hangat sebelum menyusui/memerah,lanjutkan dengan masase payudara.
-Menyusui dan memerah ASI sesering mungkin,dapat diawali dari payudara yang tidak sakit,dan susui bayi dengan berbagai posisi.
-Jika timbul demam atau nyeri yang mengganggu,ibu dapat mengkonsumsi antidemam dan antinyeri seperti parasetamol atau
ibuprofen.
-Jika gejala terasa sangat berat,ada puting lecet (mempercepat masuknya kuman ke dalam payudara),atau kondisi tidak membaik dalam 24 jam,segera kunjungi klinik laktasi. Menunda dan membiarkan kondisi mastitis hanya akan menuju pada pembentukan abses yang berujung pada diperlukannya tindakan operasi.

5. Abses payudara.
Abses adalah kista berisi nanah. Pada kondisi ini,pemberian antibiotik tidak lagi efektif karena dinding kista menghalangi masuknya antibiotik ke dalam sarang kuman.
Abses payudara merupakan kelanjutan dari kondisi mastitis yang tidak teratasi. Untuk memastikan adanya abses,dapat dilakukan pemeriksaan USG payudara. Pada kondisi ini,nanah yang terkumpul harus dikeluarkan melalui tindakan bedah,dan tergantung luasnya,pemulihan dapat memerlukan waktu 4-6 minggu. Penting diingat oleh ibu bahwa pada kondisi abses,payudara yang sehat harus tetap disusukan dan diperah, dan payudara yang mengalami abses pun tetap diperah seoptimal mungkin. Hal ini sangat penting untuk memastikan kontinuitas menyusui setelah ibu sehat kembali,serta untuk mencegah terbentuknya abses ulangan. Hasil perah pada payudara yang abses sebaiknya dibuang,sampai terapi antibiotik selesai dan ibu sehat. Walaupun luka jahitan belum menutup sempurna,atau masih terpasang drain (alat untuk mengeringkan bagian dalam luka),jika sudah tidak ada infeksi dan lokasi jahitan jauh dari puting,ibu dapat kembali menyusui langsung pada payudara tersebut. Mintalah antibiotik yang aman untuk ibu menyusui,sesuai dengan hasil pemeriksaan jenis kuman penginfeksi.

Terpenting dari semua yang telah disampaikan di atas: mencegah lebih baik daripada mengobati,karenanya sejak awal pastikan ibu telah menjalani proses menyusui yang benar,lengkapi diri dengan pengetahuan penanganan pertama jika timbul keluhan,dan segera berkonsultasi jika masalah tak kunjung teratasi.

Tetap sehat,tetap semangat memberi yang terbaik untuk sang buah hati!

Salam ASI,
Stella Tinia Hasianna,dr.,M.Kes

About Stella Tinia,dr.,M.Kes,IBCLC

An IBCLC lactation consultant with high passion to educate and help mothers and babies enjoy the wonderful experience and millions benefits of breastfeeding.

Discussion

8 thoughts on “Berbagai masalah payudara pada ibu menyusui

  1. maaf, saya mau tanya. bagaimana kalau puting ibu luka & seperti ada nanahnya? apakah boleh tetap menyusui anak atau tidak? lalu bagaimana pengobatan untuk menghilangkannya? apabila memerlukan operasi, apa saja yang harus disiapkan dan berapa lama proses penyembuhannya? terima kasih.

    Posted by Hanief Trihantoro | January 16, 2014, 10:11 AM
  2. Hny puting saja bu yg luka?payudara tdk ada bengkak,nyeri dll?luka pd puting biasanya krn pelekatan mulut bayi yg kurang tepat,atau tergigit bayi yg sdh mulai tumbuh gigi. Tetap boleh mnyusui,namun segera atasi penyebab dan smbuhkan luka agar tdk meluas infeksinya,biasanya dpt dgn obat saja bu,tdk sampai perlu operasi.hubungi konselor laktasi atau dokter ya bu.. semoga lekas sembuh..

    Posted by stellatinia | January 16, 2014, 10:25 AM
  3. Hny puting saja yg luka? Payudara tdk ada masalah (bengkak,nyeri,dll)? Puting luka biasanya disebabkan krn pelekatan mulut bayi yg kurang benar,atau tergigit bayi saat tumbuh gigi.yg terpenting atasi penyebabnya ya bu,luka pd puting biasanya dpt disembuhkan dgn obat saja,tdk perlu operasi.hub dokter/konselor laktasi utk diperiksa scr langsung ya, smoga lekas sembuh..

    Posted by stellatinia | January 16, 2014, 10:31 AM
  4. Dokter, yang dimaksud sudah tdk ada infeksi apabila nanahnya sdh kering/sdh tidak ada lagi ya? Trim’s

    Posted by lisa | April 28, 2014, 8:21 PM
  5. Mau tanya..klo sy lebih sering menyusui sambil tiduran dg posisi miring kiri…sdh ± 1 mgg ini sy merasa payudara kiri saya seperti panas,kdg d bagian atas,kadang di bagian samping..hilang timbul rasa panasnya..tdk bengkak…itu knp y?apakah ada peradangan?klo sy raba tdk ada benjol/gumpalan,sejauh ini asi yg keluar lancar..sy menyusui sdh jalan 5 bln..

    Posted by lia | May 17, 2014, 8:28 AM
  6. Kl sama sekali tdk ada sumbatan dan asi msh mengalir baik,boleh dicoba kompres dgn kompres dingin. Kl msh berlanjut baiknya diperiksa..

    Posted by stellatinia | May 17, 2014, 5:13 PM
  7. Mungkin krn tertindih lama pd 1 posisi atau tertarik oleh hisapan bayi. Selama tdk ada asi tersumbat dan tdk ada keluhan lain,bs cb kompres aja bu dgn kompres dingin.

    Posted by stellatinia | May 30, 2014, 5:43 PM
  8. Ya bu, sdh tidak keluar nanah.

    Posted by stellatinia | May 30, 2014, 5:44 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: